SSurau
Al-Qur'anFiturLibraryVisiTentang
SSurau

Surau menyatukan bacaan Al-Qur'an, kajian kitab, terjemah, dan preferensi pembaca dalam satu pintu publik yang tenang.

(c) 2026 Surau. Halaman publik reader.

Produk

  • Library
  • Panduan
  • Tentang
  • Visi
  • FAQ
  • Kontak

Fitur

  • Al-Qur'an
  • Books

Legal

  • Privasi
  • Ketentuan

Al-Qalam

Terjemah nama belum tersedia

Makkah52 ayat dimuat52 ayat total
Play Surah Flow

surah068القلم

Ayat 1نٓۚ وَٱلۡقَلَمِ وَمَا يَسۡطُرُونَ ١

Nūn, wal-qalami wa mā yasṭurūn(a).

Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,

Ayat 2مَآ أَنتَ بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ بِمَجۡنُونٖ ٢

Mā anta bini‘mati rabbika bimajnūn(in).

berkat karunia Tuhanmu engkau (Nabi Muhammad) bukanlah orang gila.

Ayat 3وَإِنَّ لَكَ لَأَجۡرًا غَيۡرَ مَمۡنُونٖ ٣

Wa inna laka la'ajran gaira mamnūn(in).

Sesungguhnya bagi engkaulah pahala yang tidak putus-putus.

Ayat 4وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ ٤

Wa innaka la‘alā khuluqin ‘aẓīm(in).

Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Ayat 5فَسَتُبۡصِرُ وَيُبۡصِرُونَ ٥

Fasatubṣiru wa yubṣirūn(a).

Kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,

Ayat 6بِأَييِّكُمُ ٱلۡمَفۡتُونُ ٦

Bi'ayyikumul-maftūn(u).

siapa di antara kamu yang gila?

Ayat 7إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ ٧

Inna rabbaka huwa a‘lamu biman ḍalla ‘an sabīlih(ī), wa huwa a‘lamu bil-muhtadīn(a).

Sesungguhnya Tuhanmulah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk.

Ayat 8فَلَا تُطِعِ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٨

Falā tuṭi‘il-mukażżibīn(a).

Maka, janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).

Ayat 9وَدُّواْ لَوۡ تُدۡهِنُ فَيُدۡهِنُونَ ٩

Waddū lau tudhinu fayudhinūn(a).

Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak. Maka, mereka bersikap lunak (pula).

Ayat 10وَلَا تُطِعۡ كُلَّ حَلَّافٖ مَّهِينٍ ١٠

Wa lā tuṭi‘ kulla ḥallāfim mahīn(in).

Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah lagi berkepribadian hina,

Ayat 11هَمَّازٖ مَّشَّآءِۭ بِنَمِيمٖ ١١

Hammāzim masysyā'im binamīm(in).

suka mencela, (berjalan) kian kemari menyebarkan fitnah (berita bohong),

Ayat 12مَّنَّاعٖ لِّلۡخَيۡرِ مُعۡتَدٍ أَثِيمٍ ١٢

Mannā‘il lil-khairi mu‘tadin aṡīm(in).

merintangi segala yang baik, melampaui batas dan banyak dosa,

Ayat 13عُتُلِّۭ بَعۡدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ ١٣

‘Utullim ba‘da żālika zanīm(in).

bertabiat kasar, dan selain itu juga terkenal kejahatannya,

Ayat 14أَن كَانَ ذَا مَالٖ وَبَنِينَ ١٤

An kāna żā māliw wa banīn(a).

karena dia kaya dan mempunyai banyak anak.

Ayat 15إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٥

Iżā tutlā ‘alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn(a).

Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “(Ini adalah) dongengan orang-orang terdahulu.”

Ayat 16سَنَسِمُهُۥ عَلَى ٱلۡخُرۡطُومِ ١٦

Sanasimuhū ‘alal-khurṭūm(i).

Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai (hidung)-nya.

Ayat 17إِنَّا بَلَوۡنَٰهُمۡ كَمَا بَلَوۡنَآ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ إِذۡ أَقۡسَمُواْ لَيَصۡرِمُنَّهَا مُصۡبِحِينَ ١٧

Innā balaunāhum kamā balaunā aṣḥābal-jannah(ti), iż aqsamū layaṣrimunnahā muṣbiḥīn(a).

Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (orang musyrik Makkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun ketika mereka bersumpah bahwa mereka pasti akan memetik (hasil)-nya pada pagi hari,

Ayat 18وَلَا يَسۡتَثۡنُونَ ١٨

Wa lā yastaṡnūn(a).

tetapi mereka tidak mengecualikan (dengan mengucapkan, “Insyaallah”).

Ayat 19فَطَافَ عَلَيۡهَا طَآئِفٞ مِّن رَّبِّكَ وَهُمۡ نَآئِمُونَ ١٩

Fa ṭāfa ‘alaihā ṭā'ifum mir rabbika wa hum nā'imūn(a).

Lalu, kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.

Ayat 20فَأَصۡبَحَتۡ كَٱلصَّرِيمِ ٢٠

Fa aṣbaḥat kaṣ-ṣarīm(i).

Maka, jadilah kebun itu hitam (karena terbakar) seperti malam yang gelap gulita.

Ayat 21فَتَنَادَوۡاْ مُصۡبِحِينَ ٢١

Fa tanādau muṣbiḥīn(a).

Lalu, mereka saling memanggil pada pagi hari,

Ayat 22أَنِ ٱغۡدُواْ عَلَىٰ حَرۡثِكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰرِمِينَ ٢٢

Anigdū ‘alā ḥarṡikum in kuntum ṣārimīn(a).

“Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.”

Ayat 23فَٱنطَلَقُواْ وَهُمۡ يَتَخَٰفَتُونَ ٢٣

Fanṭalaqū wa hum yatakhāfatūn(a).

Mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik,

Ayat 24أَن لَّا يَدۡخُلَنَّهَا ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكُم مِّسۡكِينٞ ٢٤

Allā yadkhulannahal-yauma ‘alaikum miskīn(un).

“Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin yang masuk ke dalam kebunmu.”

Ayat 25وَغَدَوۡاْ عَلَىٰ حَرۡدٖ قَٰدِرِينَ ٢٥

Wa gadau ‘alā ḥardin qādirīn(a).

Berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin). Mereka mengira mampu (melakukan hal itu).

Ayat 26فَلَمَّا رَأَوۡهَا قَالُوٓاْ إِنَّا لَضَآلُّونَ ٢٦

Falammā ra'auhā qālū innā laḍāllūn(a).

Ketika melihat kebun itu, mereka berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar orang sesat.

Ayat 27بَلۡ نَحۡنُ مَحۡرُومُونَ ٢٧

Bal naḥnu maḥrūmūn(a).

Bahkan, kita tidak memperoleh apa pun.”

Ayat 28قَالَ أَوۡسَطُهُمۡ أَلَمۡ أَقُل لَّكُمۡ لَوۡلَا تُسَبِّحُونَ ٢٨

Qāla ausaṭuhum alam aqul lakum lau lā tusabbiḥūn(a).

Seorang yang paling bijak di antara mereka berkata, “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?”

Ayat 29قَالُواْ سُبۡحَٰنَ رَبِّنَآ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ ٢٩

Qālū subḥāna rabbinā innā kunnā ẓālimīn(a).

Mereka mengucapkan, “Maha Suci Tuhan kami. Sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”

Ayat 30فَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَلَٰوَمُونَ ٣٠

Fa'aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatalāwamūn(a).

Mereka saling berhadapan dengan saling mencela.

Ayat 31قَالُواْ يَٰوَيۡلَنَآ إِنَّا كُنَّا طَٰغِينَ ٣١

Qālū yā wailanā innā kunnā ṭāgīn(a).

Mereka berkata, “Aduh celaka kita! Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang melampaui batas.

Ayat 32عَسَىٰ رَبُّنَآ أَن يُبۡدِلَنَا خَيۡرٗا مِّنۡهَآ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا رَٰغِبُونَ ٣٢

‘Asā rabbunā ay yubdilanā khairam minhā innā ilā rabbinā rāgibūn(a).

Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan yang lebih baik daripadanya. Sesungguhnya kita mengharapkan (ampunan dan kebaikan) Tuhan kita.”

Ayat 33كَذَٰلِكَ ٱلۡعَذَابُۖ وَلَعَذَابُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَكۡبَرُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٣٣

Każālikal-‘ażāb(u), wa la‘ażābul-ākhirati akbar(u), lau kānū ya‘lamūn(a).

Seperti itulah azab (di dunia). Sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.

Ayat 34إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ٣٤

Inna lil-muttaqīna ‘inda rabbihim jannātin-na‘īm(i).

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapatkan surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.

Ayat 35أَفَنَجۡعَلُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ كَٱلۡمُجۡرِمِينَ ٣٥

Afanaj‘alul-muslimīna kal-mujrimīn(a).

Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam (orang yang tunduk kepada Allah) seperti orang-orang yang pendurhaka (orang kafir)?

Ayat 36مَا لَكُمۡ كَيۡفَ تَحۡكُمُونَ ٣٦

Mā lakum, kaifa taḥkumūn(a).

Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil putusan?

Ayat 37أَمۡ لَكُمۡ كِتَٰبٞ فِيهِ تَدۡرُسُونَ ٣٧

Am lakum kitābun fīhi tadrusūn(a).

Atau, apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari?

Ayat 38إِنَّ لَكُمۡ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ ٣٨

Inna lakum fīhi lamā takhayyarūn(a).

Sesungguhnya di dalamnya kamu dapat memilih apa saja yang kamu sukai.

Ayat 39أَمۡ لَكُمۡ أَيۡمَٰنٌ عَلَيۡنَا بَٰلِغَةٌ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّ لَكُمۡ لَمَا تَحۡكُمُونَ ٣٩

Am lakum aimānun ‘alainā bāligatun ilā yaumil-qiyāmah(ti), inna lakum lamā taḥkumūn(a).

Atau, apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat, (yakni) bahwa kamu dapat mengambil putusan (sekehendakmu)?

Ayat 40سَلۡهُمۡ أَيُّهُم بِذَٰلِكَ زَعِيمٌ ٤٠

Salhum ayyuhum biżālika za‘īm(un).

Tanyakanlah kepada mereka (kaum musyrik) siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (putusan yang diambil itu).

Ayat 41أَمۡ لَهُمۡ شُرَكَآءُ فَلۡيَأۡتُواْ بِشُرَكَآئِهِمۡ إِن كَانُواْ صَٰدِقِينَ ٤١

Am lahum syurakā'(u), falya'tū bisyurakā'ihim in kānū ṣādiqīn(a).

Atau, apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu, hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang benar.

Ayat 42يَوۡمَ يُكۡشَفُ عَن سَاقٖ وَيُدۡعَوۡنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ ٤٢

Yauma yuksyafu ‘an sāqiw wa yud‘auna ilas-sujūdi falā yastaṭī‘ūn(a).

(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan (yakni huru-hara di hari Kiamat) dan mereka diseru untuk bersujud. Namun, mereka tidak mampu.

Ayat 43خَٰشِعَةً أَبۡصَٰرُهُمۡ تَرۡهَقُهُمۡ ذِلَّةٞۖ وَقَدۡ كَانُواْ يُدۡعَوۡنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ وَهُمۡ سَٰلِمُونَ ٤٣

Khāsyi‘atan abṣāruhum tarhaquhum żillah(tun), wa qad kānū yud‘auna ilas-sujūdi wa hum sālimun(a).

Pandangan mereka tertunduk dan diliputi kehinaan. Sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka enggan).

Ayat 44فَذَرۡنِي وَمَن يُكَذِّبُ بِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِۖ سَنَسۡتَدۡرِجُهُم مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُونَ ٤٤

Fażarnī wa may yukażżibu bihāżal-ḥadīṡi sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya‘lamūn(a).

Biarkan Aku bersama orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur’an). Kelak akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.

Ayat 45وَأُمۡلِي لَهُمۡۚ إِنَّ كَيۡدِي مَتِينٌ ٤٥

Wa umlī lahum, inna kaidī matīn(un).

Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh.

Ayat 46أَمۡ تَسۡـَٔلُهُمۡ أَجۡرٗا فَهُم مِّن مَّغۡرَمٖ مُّثۡقَلُونَ ٤٦

Am tas'aluhum ajran fahum mim magramim muṡqalūn(a).

Ataukah engkau (Nabi Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani utang?

Ayat 47أَمۡ عِندَهُمُ ٱلۡغَيۡبُ فَهُمۡ يَكۡتُبُونَ ٤٧

Am ‘indahumul-gaibu fahum yaktubūn(a).

Ataukah mereka mengetahui yang gaib lalu mereka menuliskannya?

Ayat 48فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ ٱلۡحُوتِ إِذۡ نَادَىٰ وَهُوَ مَكۡظُومٞ ٤٨

Faṣbir liḥukmi rabbika wa lā takun kaṣāḥibil-ḥūt(i), iż nādā wa huwa makẓūm(un).

Oleh karena itu, bersabarlah (Nabi Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu dan janganlah seperti orang yang berada dalam (perut) ikan (Yunus) ketika dia berdoa dengan hati sedih.

Ayat 49لَّوۡلَآ أَن تَدَٰرَكَهُۥ نِعۡمَةٞ مِّن رَّبِّهِۦ لَنُبِذَ بِٱلۡعَرَآءِ وَهُوَ مَذۡمُومٞ ٤٩

Lau lā an tadārakahū ni‘matum mir rabbihī lanubiża bil-‘arā'i wa huwa mażmūm(un).

Seandainya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.

Ayat 50فَٱجۡتَبَٰهُ رَبُّهُۥ فَجَعَلَهُۥ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ٥٠

Fajtabāhu rabbuhū faja‘alahū minaṣ-ṣāliḥīn(a).

Tuhannya lalu memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang saleh.

Ayat 51وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزۡلِقُونَكَ بِأَبۡصَٰرِهِمۡ لَمَّا سَمِعُواْ ٱلذِّكۡرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجۡنُونٞ ٥١

Wa iy yakādul-lażīna kafarū layuzliqūnaka bi'abṣārihim lammā sami‘uż żikra wa yaqūlūna innahū lamajnūn(un).

Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan matanya ketika mereka mendengar Al-Qur’an dan berkata, “Sesungguhnya dia (Nabi Muhammad) benar-benar orang gila.”

Ayat 52وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ٥٢

Wa mā huwa illā żikrul lil-‘ālamīn(a).

(Al-Qur’an) itu tidak lain kecuali peringatan bagi seluruh alam.

Al-MulkAl-Haqqah

Teks

Atur ukuran dan tampilan bacaan di halaman ini.

Teks Arab36 px
Teks terjemah16 px

Audio Tilawah

52 dari 52 ayat memiliki audio yang bisa diputar.

Ayat

Lompat ke ayat di surah ini.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52

Masuk untuk pengalaman penuh

Simpan ayat, lanjutkan bacaan terakhir, dan pantau khatam serta riwayat membacamu — semua tersimpan di akunmu.